PERFORMA HIDRAULIKA AMBANG DAN PINTU KLEP UNTUK SKENARIO REWETTING: KAJIAN PEMODELAN AWAL KANAL SUKA PINDAH SUAKA MARGASATWA PADANG SUGIHAN

Hydraulic Performance of Overflow Weirs and Flap Gates for Peatland Rewetting: A Preliminary Modeling Study of Suka Pindah Canal Padang Sugihan Wildlife Reserve

Authors

  • Kurniawan Putra Santoso Universitas Gadjah Mada
  • Budi Santoso Wignyosukarto Universitas Gadjah Mada
  • Rachmad Jayadi Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.29303/spektrum.v12i2.403

Keywords:

Kanal, Rewetting, Hidraulika, Flap Gate, Ambang

Abstract

The Padang Sugihan Wildlife Reserve is facing the threat of fires, which have a detrimental impact on the ecosystem of the Sumatran Elephant habitat. To mitigate this risk, this research aims to evaluate the hydraulic efficiency of overflow weir and flap gates as interventions for peatland restoration in the Suka Pindah Canal. 1D HEC-RAS modeling indicates that without control structures, tidal fluctuations at the estuary are ineffective in maintaining soil moisture. The scenario with a flap gate at the Suka Pindah Canal estuary can increase the volume of water by up to 115% compared to the existing condition, but this water structure requires well maintenance. In contrast, an overflow weir that is 1.5 times wider than the flap gate scenario proves to be more efficient, with a 72% better increase in water volume than the flap gate, as well as a simpler design. Further analysis shows that the upstream area of the canal, consisting of low-elevation land (natural ponds), has the potential to double the water retention capacity in the canal and land. These findings indicate that control structures are effective for rewetting efforts.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Kurniawan Putra Santoso, Universitas Gadjah Mada

Suaka Margasatwa Padang Sugihan menghadapi ancaman kebakaran yang berdampak terhadap ekosistem yang merupakan habitat satwa Gajah Sumatera. Untuk memitigasi risiko, penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi hidraulika ambang dan flap gate sebagai intervensi restorasi lahan gambut di Kanal Suka Pindah. Pemodelan HEC-RAS 1D menunjukkan bahwa tanpa bangunan pengendali, fluktuasi pasang surut di muara tidak efektif untuk menjaga kelembaban lahan. Skenario adanya flap gate di muara Kanal Suka Pindah mampu meningkatkan volume air yang masuk hingga 115% dibandingkan kondisi eksisting, tetapi bangunan air ini memerlukan pemeliharaan intensif. Sebaliknya, ambang (overflow weir) dengan lebar 1,5 kali dari skenario flap gate terbukti lebih efisien, dengan peningkatan tampungan volume air bersih 72% lebih baik daripada flap gate, serta desain yang lebih sederhana. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa potensi daerah hulu kanal berupa lahan berelevasi rendah (embung alami) dapat meningkatkan kapasitas retensi air di kanal dan lahan. Hasil ini menunjukkan bahwa bangunan pengendali efektif untuk upaya rewetting.

Budi Santoso Wignyosukarto, Universitas Gadjah Mada

Suaka Margasatwa Padang Sugihan menghadapi ancaman kebakaran yang berdampak buruk terhadap ekosistem dari habitat satwa Gajah Sumatera. Untuk memitigasi risiko, penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi hidraulika ambang dan flap gate sebagai intervensi restorasi lahan gambut di Kanal Suka Pindah. Pemodelan HEC-RAS 1D menunjukkan bahwa tanpa bangunan pengendali, fluktuasi pasang surut di muara tidak efektif untuk menjaga kelembaban lahan. Skenario adanya flap gate di muara Kanal Suka Pindah mampu meningkatkan volume air yang masuk hingga 115% dibandingkan kondisi eksisting, tetapi bangunan air ini memerlukan pemeliharaan intensif. Sebaliknya, ambang (overflow weir) dengan lebar 1,5 kali dari skenario flap gate terbukti lebih efisien, dengan peningkatan tampungan volume air bersih 72% lebih baik daripada flap gate, serta desain yang lebih sederhana. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa potensi daerah hulu kanal berupa lahan berelevasi rendah (embung alami) dapat menggandakan kapasitas retensi air di kanal dan lahan. Hasil ini menunjukkan bahwa bangunan pengendali efektif untuk upaya rewetting.

Rachmad Jayadi, Universitas Gadjah Mada

Suaka Margasatwa Padang Sugihan menghadapi ancaman kebakaran yang berdampak buruk terhadap ekosistem dari habitat satwa Gajah Sumatera. Untuk memitigasi risiko, penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi hidraulika ambang dan flap gate sebagai intervensi restorasi lahan gambut di Kanal Suka Pindah. Pemodelan HEC-RAS 1D menunjukkan bahwa tanpa bangunan pengendali, fluktuasi pasang surut di muara tidak efektif untuk menjaga kelembaban lahan. Skenario adanya flap gate di muara Kanal Suka Pindah mampu meningkatkan volume air yang masuk hingga 115% dibandingkan kondisi eksisting, tetapi bangunan air ini memerlukan pemeliharaan intensif. Sebaliknya, ambang (overflow weir) dengan lebar 1,5 kali dari skenario flap gate terbukti lebih efisien, dengan peningkatan tampungan volume air bersih 72% lebih baik daripada flap gate, serta desain yang lebih sederhana. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa potensi daerah hulu kanal berupa lahan berelevasi rendah (embung alami) dapat menggandakan kapasitas retensi air di kanal dan lahan. Hasil ini menunjukkan bahwa bangunan pengendali efektif untuk upaya rewetting.

References

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan. (2022). Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) Suka Margasatwa Padang Sugihan. Palembang: Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK.

Nusantara, W. R., Manurung, R., Lestari, U., & Padagi, S. (2023). Dampak sekat kanal terhadap fluktuasi muka air tanah pada lahan gambut di Kabupaten Kubu Raya—Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 21 (2), 393–402. https://doi.org/10.14710/jil.21.2.393-402.

Page, S., Rieley, J., & Banks, C. (2011). Aziz, M. N. (2011). Global and regional importance of the tropical peatland carbon pool. Global Change Biology, 17(2), 798–818. https://doi.org/10.1111/j.1365-2486.2010.02279.x.

Rendana, M., Idris, W. M. R., Abdul Rahim, S., Abdo, G., Almohamad, H., & Al Dughairi, A. A. (2023). Habitat suitability analysis in a natural peat swamp forest on Sumatran elephants using remote sensing and GIS. Forest Science and Technology, 19(3), 221–231. https://doi.org/10.1080/21580103.2023.2234463.

Safitri, R., Saharjo, B., & Basuki. (2024). The impact of canal blocking to reduce fire risks and carbon emissions on tropical peatland, Siak District, Riau Province. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1315, 012058. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1315/1/012058.

Sasmito, S. D., Taillardat, P., Adinugroho, W. C. (2025). Half of land use carbon emissions in Southeast Asia can be mitigated through peat swamp forest and mangrove conservation and restoration. Nature Communications, 16, 740. https://doi.org/10.1038/s41467-025-55892-0.

Setiawan, A., Wignyosukarto, B. S., & Rahardjo, A. P. (2022). One-way flow system for improvement of the acid sulfate soil reclamation process in the Belanti II tidal swamp irrigation network, Central Kalimantan, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1091, 012053. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1091/1/012053.

Taufik, M., Setiawan, B. I., & Van Lanen, H. A. J. (2019). Increased fire hazard in human-modified wetlands in Southeast Asia. Ambio, 48, 363–373. https://doi.org/10.1007/s13280-018-1082-3.

Triadi, L. B. (2020). Restorasi lahan rawa gambut melalui metode rewetting dan paludikultur. Jurnal Sumber Daya Air, 16(2), 145–157. https://doi.org/10.32679/jsda.v16i2.677.

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

Santoso, K. P., Wignyosukarto, B. S., & Jayadi, R. (2025). PERFORMA HIDRAULIKA AMBANG DAN PINTU KLEP UNTUK SKENARIO REWETTING: KAJIAN PEMODELAN AWAL KANAL SUKA PINDAH SUAKA MARGASATWA PADANG SUGIHAN: Hydraulic Performance of Overflow Weirs and Flap Gates for Peatland Rewetting: A Preliminary Modeling Study of Suka Pindah Canal Padang Sugihan Wildlife Reserve. Spektrum Sipil, 12(2), 69–76. https://doi.org/10.29303/spektrum.v12i2.403