ANALISIS TEBAL PERKERASAN RUNWAY DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK AKIBAT PERKEMBANGAN PROGRAM KAWASAN EKONOMI KHUSUS

Analysis of Pavement Thickness in Lombok International Airport (LIA) Runway due to the Development of Special Economic Zone (KEK)

Authors

  • Nuralifa Dea Octavia Universitas Mataram
  • I A O Suwati Sideman Universitas Mataram
  • I Wayan Suteja Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i2.175

Keywords:

BIL, KEK, runway, FAA, FAARFIELD.

Abstract

 

 Dengan label daerah wisata menyebabkan peningkatan penerbangan melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). Peningkatan ini diprediksi akan semakin meningkat dengan program pemerintah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Potensi peningkatan ini tentu memberikan dampak pada peningkatan jumlah pergerakan pesawat pada sisi land side khususnya runway. Penelitian ini menggunakan metode FAA secara manual dan membandingkan dengan software FAARFIELD. Tujuan Penelitian ini ialah untuk mengevaluasi tebal perkerasan runway yang ada saat ini dengan tebal perkerasan runway dengan adanya program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2024. Tebal perkerasan runway dengan program KEK Mandalika menggunakan pesawat rencana B739 untuk tahun 2024  adalah sebesar 4 inci untuk lapisan surface, 11.5 inci untuk lapisan base course, dan sebesar 33.5 inci untuk lapisan subbase course. Sedangkan tahun 2038  adalah sebesar 4 inci untuk lapisan surface, 11.9 inci untuk lapisan base course, dan sebesar 34.1 inci untuk lapisan subbase course. Sedangkan dengan menggunakan software adalah sebesar 5 inci untuk lapisan surface, 5  inci untuk lapisan base course, dan sebesar 29.67 inci untuk lapisan subbase course.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

01/07/2021

How to Cite

Octavia, N. D., Sideman, I. A. O. S., & Suteja, I. W. (2021). ANALISIS TEBAL PERKERASAN RUNWAY DI BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK AKIBAT PERKEMBANGAN PROGRAM KAWASAN EKONOMI KHUSUS: Analysis of Pavement Thickness in Lombok International Airport (LIA) Runway due to the Development of Special Economic Zone (KEK). Spektrum Sipil, 7(2), 126–135. https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i2.175