PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT LIMPASAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN CAKRANEGARA DAN SANDUBAYA KOTA MATARAM

The Effect of Land use Changes on Run-Off Discharge Based on Regional Spatial Plan (RSP) in Cakranegara and Sandubaya District, Mataram City

Authors

  • Muh Bagus Budianto Universitas Mataram
  • Agus Suroso Universitas Mataram
  • Wildan Rosyad Abdullah Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.29303/spektrum.v12i1.385

Keywords:

Deliniasi, Metode rasional, Lahan hijau, Area terbangun

Abstract

Kecamatan Cakranegara dan Kecamatan Sandubaya setiap tahunnya mengalami perubahan tata guna lahan. Tingginya pembangunan serta meningkatnya kepadatan penduduk menyebabkan area lahan hijau menurun dan area terbangun meningkat. Perubahan fungsi lahan ini mempengaruhi kemampuan lahan untuk menyerap air hujan yang turun di suatu kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui debit limpasan berdasarkan tata guna lahan tahun 2013, 2018, dan 2023, serta perbandingan debit limpasan tahun 2023 dengan debit limpasan berdasarkan RTRW tahun 2011-2031. Analisis diawali dengan delineasi catchment area dan analisis tata guna lahan dengan bantuan software Google Earth dan ArcMap. Kemudian analisis hidrologi meliputi perhitungan nilai koefisien limpasan, analisis curah hujan rencana, perhitungan intensitas hujan, dan perhitungan debit limpasan menggunakam metode rasional. Hasil penelitian menunjukan terjadinya penurunan luas area lahan hijau dan peningkatan area lahan terbangun.  Nilai koefisien limpasan meningkat sehingga debit limpasan juga mengalami peningkatan dari tahun 2013, 2018 dan 2023 dengan persentase peningkatan debit limpasan di Kecamatan Cakranegara pada tahun 2013-2018 sebesar 1,19%, tahun 2018-2023 sebesar 1,49%, dan pada tahun 2013-2023 sebesar 2,69%. Sedangkan, persentase peningkatan debit limpasan di Kecamatan Sandubaya pada tahun 2013-2018 sebesar 5,72%, tahun 2018-2023 sebesar 3,93%, dan pada tahun 2013-2023 sebesar 9,87%. Dibandingkan dengan debit limpasan berdasarkan RTRW debit limpasan  pada tahun 2023 masih lebih kecil. Hal ini menunjukkan perubahan tata guna lahan di kedua wilayah tersebut masih terkendali.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budianto, M. B., Sulistiyono, H., Setiawan, E., Hartana, H., & Zainudin, R. (2024). Analisis Dampak Perubahan Tata Guna Lahan terhadap Debit Limpasan di Kecamatan Selaparang dan Mataram. Jurnal Sains Teknologi & Lingkungan, 10(3), 554-563. https://jstl.unram.ac.id/index.php/jstl/article/view/748.

Putra, D. R., & Pradoto, W. (2016). Pola Dan Faktor Perkembangan Pemanfaatan Lahan Di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1), 67. https://doi.org/10.14710/jpk.4.1.67-75.

Kota Mataram Dalam Angka Mataram. (2024). Badan Pusat Statistik (BPS) 78.

Negara, I. D. G. J., Karyawan, I. D. M. A., Supriyadi, A., Mahendra, M., Saidah, H., Merdana, I. N., Sulistiyono, H., Yasa, I. W., Suparjo, & Suroso, A. (2024). Penyuluhan Tentang Banjir Pada Masyarakat Dan Pemuda di Kelurahan Mandalika Sandubaya Kota Mataram. Jurnal Gema Ngabdi, 6(1), 83–89. https://gemangabdi.unram.ac.id/index.php/gemangabdi/article/view/416.

Nurhamidah, N., Junaidi, A., & Kurniawan, M. (2018). Tinjauan perubahan tata guna lahan terhadap limpasan permukaan. Kasus: DAS Batang Arau Padang. Jurnal Rekayasa Sipil, 14(2), 131-138. https://jrs.ft.unand.ac.id/index.php/jrs/article/view/167.

Wardhani, A. R. (2022). Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Kota Magelang Wilayah Timur Saluran Irigasi Progo Manggis. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42312.

Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta, Indonesia: ANDI Offset, 7.

Hawari, D. (2017). Sapta Marga belum Bebas Banjir. https://radarlombok.co.id/sapta-marga-belum-bebas-banjir.html.

Putra, Y. M. P. (2015). BPBD: 400 Rumah di Mataram Kebanjiran. https://news.republika.co.id/berita/nnq73j/bpbd-400-rumah-di-mataram-kebanjiran.

Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Beta Offset.

Purwono, N., Hartanto, P., Prihanto, Y., & Kardono, P. (2018). Teknik Filtering Model Elevasi Digital ( Dem ) Untuk Delineasi Batas Daerah Aliran Sungai ( Das ). Seminar Nasional Geografi UMS IX 2018, 490–504. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/10390.

Soewarno. (1995). Hidrologi Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data. Bandung: NOVA

Yusfiaka, A., Hartati, E., & Nugraha, M. C. (2020). Hubungan Perubahan Tata Guna Lahan dengan Debit Air Limpasan pada Kawasan Hunian Pantai Indah Kapuk 2. Jurnal Serambi Engineering, 5(1). https://ojs.serambimekkah.ac.id/jse/article/view/720-731.

Downloads

Published

2025-04-29

How to Cite

Budianto, M. B., Suroso, A., & Abdullah, W. R. (2025). PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT LIMPASAN BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN CAKRANEGARA DAN SANDUBAYA KOTA MATARAM: The Effect of Land use Changes on Run-Off Discharge Based on Regional Spatial Plan (RSP) in Cakranegara and Sandubaya District, Mataram City. Spektrum Sipil, 12(1), 12–22. https://doi.org/10.29303/spektrum.v12i1.385

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.